Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]

Prinsip Kerja Printer Laser Warna

7:41 AM
Secara umum cara kerja printer laser warna adalah menggunakan prinsip rekaman electrophotographic untuk membentuk gambar penuh warna di atas media cetak. Sistem terdiri dari sebuah Drum dan sebuah developing unit untuk masing‐masing warna (cyan, magenta, yellow dan black / CMYK) dan menempatkan gambar toner dari masing‐masing warna ke atas media cetak dengan perantara sebuah transfer belt untuk menghasilkan hasil cetak penuh warna.

Proses cetak printer laser warna melalui beberapa tahapan sebagai berikut :
1. Charging
Charge Roller dari Imaging Unit diisi dengan muatan negatif oleh High Voltage Power Supply (HVPS) dan terus‐menerus kontak dengan permukaan Drum untuk memberikan muatan negatif yang merata diatas permukaan Drum yang berputar dengan kecepatan konstan. Hal ini terjadi secara bersamaan untuk semua warna CMYK.
2. Exposure
Unit Laser akan memancarkan sinar laser yang diatur oleh image data dari Image Processor Board. Pancaran sinar laser diarahkan ke permukaan Drum melalui sistem yang terdiri dari lensa dan cermin.
Oleh cermin polygonal yang dapat berputar, sinar laser diarahkan ke permukaan Drum dari ujung ke ujung secara axial selama ia berputar. Muatan negatif diatas permukaan Drum akan berkurang di tempat yang ditembak dengan sinar laser untuk membentuk image/gambar elektrostatis maya diatas permukaan Drum. Proses ini berjalan bersamaan untuk keempat warna CMYK.
3. Development
Secara elektrostatis toner akan menempel pada gambar elektrostatis maya untuk membentuk gambar nyata diatas permukaan Drum. Toner diumpankan ke Developer menggunakan agitator/pengaduk yang berada di dalam Toner Hoper.
Pada area yang belum terkena sinar laser, potensial antara Drum dan partikel toner lebih rendah daripada Developer Roller dengan partikel toner. Pada area yang sudah terkena sinar laser, potensial antara Drum dan partikel toner lebih tinggi daripada Developer Roller dengan partikel toner yang menempel di permukaan Drum.
Ketika partikel toner menempel diatas permukaan Drum maka muatan negatif partikel akan mengurangi potensial Drum di tempat tersebut, jadi akan mencegah partikel toner lain yang akan menempel.
Proses ini terjadi bersamaan untuk keempat warna CMYK.
4. Primary Transfer
Keempat gambar/image dari masing‐masing warna yang terbentuk di permukaan Drum ditransfer ke permukaan Accumulator Belt secara berurutan untuk membentuk gambar empat warna secar.
Accumulator Belt bersifat konduktif dan menerima muatan positif yang tinggi dari HVPS melalui Transfer Roller. Image/gambar yang bermuatan negatif diatas permukaan masing‐masing Drum akan ditarik oleh potensial positif yang sangat kuat dan berpindah ke Accumulator Belt. Selama pemindahan/transfer muatan negatif yang tersisa di permukaan Drum akan dinetralkan oleh muatan positif yang kuat dari Accumulator Belt.
5. Cleaning.
Pembersih Drum terdiri dari sebuah Wiper Blade dan sikat yang akan bersentuhan dengan Drum setelah toner ditransfer ke Accumulator Belt. Sikat pembersih menerima voltase tinggi dari HVPS yang secara elektrostatis memungkinkannya menarik setiap toner yang tersisa di permukaan Drum.
6. Secondary Transfer
Gambar yang terbentuk di permukaan Accumulator Belt ditransfer ke permukaan media cetak/kertas menggunakan voltase dari Transfer Roller. Transfer Roller yang bersifat konduktif menerima muatan positif yang sangat kuat dari HVPS sehingga mauatannya lebih tinggi daripada muatan Accumulator Belt. Karena Transfer Roller terletak dibelakang media cetak, maka gambar diatas Accmulator Belt yang terdiri dari empat warna akan tertarik dan menempel diatas media cetak.
7. Cleaning.
Pembersih Accumulator Belt terdiri dari sebuah Cleaner Blade yang akan bersentuhan dengan Accumulator Belt setelah image/gambar ditransfer ke atas media cetak. Toner yang tersisa diatas Accumulator Belt selanjutnya akan masuk ke Waste Bin.
8. Fixing
Gambar yang terbentuk oleh toner di permukaan media cetak bersifat tidak stabil dan mudah terhapus. Untuk menyatukan gambar dengan media cetak, maka media cetak harus melewat Fuser Assembly, diantara Pressure Roller dan Heat Roller. Toner akan menyatu dengan media cetak dengan kombinasi antara tekanan dan pemanasan.
Prinsip ini berlaku umum pada semua printer laser warna.

Metode Cetak Color Printer Laser

1. Carousel Print Method
Pada metode ini printer hanya memiliki satu Drum Unit / Drum Cartridge. Keempat warna secara bergantian akan membentuk image diatas drum dan secara bergantian pula mentransfer image ke atas Accumulator belt. Metode ini memiliki kelemahan yaitu kecepatan cetaknya cukup rendah. Pengambilan toner cartridge harus dilakukan satu persatu.
Contoh : Xerox 2061, Xerox DocuPrint 525A, HP Color LaserJet 2550.

2. Tandem Print Method
Metode ini lebih cepat daripada carousel karena masing‐masing warna memiliki Drum Cartridge sehingga secara bersamaan dapat membentuk image diatas Drum dan secara berurutan dapat mentrasfer image ke atas Accumulator Belt.
Contoh : Xerox Phaser 7300, 7400, 7700, 7750, 7760, HP Color LaserJet 2600, 4600, 5500 dll

Oleh : Teguh Nugroho, ST

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

2 komentar

Write komentar
Puspita Karya
AUTHOR
06 March, 2014 06:28 delete

salam kenal mas

bagaimana klo ada sebagian warna pudar??
solusinya seperti apa?

terimakasih

agus

Reply
avatar
08 March, 2014 19:55 delete

tonernya tinggal sedikit di dalam toner dram. coba service dan isi toner di dalamnya langsung, jangan paksa melalui ketrid tonernya masuk dengan calibration, karena jauh kemungkinannya

Reply
avatar

CERITAKAN MASALAH PRINTER ANDA SELENGKAPNYA AGAR MUDAH DI ANALISA.
*Blog ini Beriklan,dengan melihat iklan, anda sudah membantu pengerjaan blog ini agar selalu update
EmoticonEmoticon